Hizbullah Bantah Terlibat Serangan Mematikan Terhadap Pasukan UNIFIL asal Perancis
Internasional

Hizbullah Bantah Terlibat Serangan Mematikan Terhadap Pasukan UNIFIL asal Perancis

BEIRUT – Kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, secara resmi membantah keterlibatan mereka dalam serangan yang menewaskan seorang tentara penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) asal Perancis pada Sabtu (18/4/2026). Insiden mematikan ini terjadi di wilayah Ghandouriyeh-Bint Jbeil, Lebanon selatan, di tengah situasi gencatan senjata yang rapuh.

Melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (19/4/2026), Hizbullah menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kaitan dengan penyerangan tersebut dan meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru dalam memberikan penilaian sebelum investigasi selesai.

“Hizbullah membantah keterlibatannya dalam insiden yang terjadi dengan pasukan UNIFIL di wilayah Ghandouriyeh-Bint Jbeil. Kami menunggu penyelidikan tentara Lebanon untuk menentukan keadaan lengkap dari insiden ini,” tulis pernyataan tersebut sebagaimana dikutip dari AFP.

BACA JUGA : Perang Kognitif: Bagaimana Media Amerika Serikat Meruntuhkan Legitimasi Narasi Trump


Tuduhan Keras dari Perancis dan PBB

Meskipun Hizbullah mengeluarkan bantahan, otoritas Perancis dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan indikasi kuat ke arah keterlibatan kelompok tersebut. Serangan ini sangat disayangkan karena terjadi saat Lebanon dan Israel sedang berada dalam masa gencatan senjata 10 hari untuk menegosiasikan perdamaian permanen.

Presiden Perancis, Emmanuel Macron, melalui platform media sosial X, secara langsung menuding Hizbullah sebagai pihak yang bertanggung jawab. Macron menyatakan bahwa bukti-bukti di lapangan mengarah pada kelompok tersebut dan mendesak pemerintah Lebanon untuk segera menangkap para pelaku.

Senada dengan Macron, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengutuk keras serangan ini. Berdasarkan penilaian awal oleh komando UNIFIL di lapangan, serangan diduga kuat dilakukan oleh kelompok bersenjata yang memiliki dukungan dari Iran.


Kronologi Gugurnya Sersan Staf Florian Montorio

Menteri Angkatan Bersenjata Perancis, Catherine Vautrin, mengonfirmasi identitas tentara yang gugur sebagai Sersan Staf Florian Montorio. Vautrin menjelaskan bahwa insiden terjadi saat unit yang dipimpin Montorio sedang dalam perjalanan menuju sebuah pos terdepan UNIFIL yang terisolasi akibat pertempuran sebelumnya.

  • Penyebab Kematian: Montorio dilaporkan meninggal dunia akibat tembakan langsung (direct fire) dalam sebuah penyergapan mendadak.
  • Korban Lain: Selain satu personel tewas, tiga tentara Perancis lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.
  • Catatan Militer: Montorio merupakan tentara Perancis kedua yang gugur dalam konflik Timur Tengah baru-baru ini, setelah sebelumnya seorang personel militer Perancis tewas akibat serangan pesawat tak berawak (drone) di wilayah Kurdistan, Irak, pada bulan lalu.

Kondisi Geopolitik di Perbatasan

Insiden ini menambah ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon selatan, yang dikenal sebagai salah satu titik paling rawan di dunia. Kehadiran UNIFIL bertujuan untuk memantau penghentian permusuhan, namun serangan terhadap personel mereka sering kali menjadi sinyal memanasnya konflik asimetris di wilayah tersebut.

Pemerintah Lebanon kini menghadapi tekanan internasional yang besar untuk melakukan penyelidikan transparan guna memastikan apakah serangan tersebut dilakukan oleh elemen nakal atau merupakan perintah terstruktur dari kelompok tertentu di bawah pengaruh regional.