Ekspansi Nuklir Rusia: Satelit Ungkap Pembangunan Pangkalan Rudal Hipersonik Oreshnik di Belarus
Internasional

Ekspansi Nuklir Rusia: Satelit Ungkap Pembangunan Pangkalan Rudal Hipersonik Oreshnik di Belarus

Moskow – Analisis terbaru berbasis citra satelit yang dilakukan oleh peneliti Amerika Serikat mengungkap adanya percepatan pembangunan infrastruktur militer strategis di wilayah timur Belarus. Pangkalan tersebut diidentifikasi sebagai lokasi penempatan potensial bagi sistem rudal balistik hipersonik berkemampuan nuklir terbaru Rusia, Oreshnik, yang diklaim memiliki kemampuan menembus sistem pertahanan udara tercanggih saat ini.

BACA JUGA : Analisis Ekonomi Politik ASEAN: Antara Kontestasi Geo-Ekonomi dan Fragmentasi Sosial

Analisis Infrastruktur dan Lokasi Strategis

Dua peneliti pertahanan terkemuka, Jeffrey Lewis dari Middlebury Institute of International Studies dan Decker Eveleth dari CNA, melakukan kajian mendalam terhadap data citra satelit dari Planet Labs. Fokus pengamatan diarahkan pada bekas pangkalan udara di dekat Krichev, wilayah timur Belarus.

Lokasi ini dinilai strategis karena letaknya yang berada sekitar 307 kilometer di timur Minsk dan 478 kilometer di sebelah barat daya Moskow. Berdasarkan temuan satelit, konstruksi proyek ini dikerjakan dengan urgensi tinggi yang dimulai sejak awal Agustus 2025.

Indikator Utama pada Citra Satelit:

  • Titik Transfer Kereta Api Militer: Ditemukan infrastruktur logistik yang dikelilingi pagar keamanan ketat, diduga kuat sebagai area bongkar muat rudal dan kendaraan peluncur bergerak (Transporter Erector Launcher).
  • Titik Peluncuran Tersamar: Terdapat pengecoran bantalan beton di ujung landasan pacu yang kemudian ditutup dengan lapisan tanah, sebuah teknik yang diyakini berfungsi sebagai titik peluncuran yang terkamuflase.

Dimensi Politik dan Diplomasi Paksaan

Meskipun pengerahan ini memiliki dampak teknis-militer, para ahli melihat adanya muatan politik yang lebih dominan. Jeffrey Lewis menilai langkah ini merupakan bentuk “diplomasi paksaan” (coercive diplomacy). Penempatan senjata strategis di luar wilayah kedaulatan Rusia dianggap sebagai pesan ancaman langsung terhadap negara-negara Barat dan aliansi NATO.

Di sisi lain, Pavel Podvig, pakar kekuatan nuklir Rusia, memberikan perspektif berbeda. Ia berpendapat bahwa pengerahan sistem Oreshnik di wilayah sekutunya lebih bertujuan untuk memberikan jaminan keamanan internal kepada pemerintah Belarus daripada mengubah perimbangan kekuatan militer secara drastis di Eropa.

Kapabilitas Teknis Rudal Oreshnik

Rudal Oreshnik, yang dalam bahasa Rusia berarti “Pohon Hazel”, menjadi sorotan dunia setelah pertama kali diuji coba dalam konflik Ukraina pada November 2024. Presiden Vladimir Putin secara konsisten mengeklaim keunggulan teknologi rudal ini:

  1. Kecepatan Hipersonik: Mampu melesat hingga kecepatan Mach 10 (sepuluh kali kecepatan suara).
  2. Kemampuan Penetrasi: Diklaim mustahil dicegat oleh sistem pertahanan udara mana pun yang ada saat ini.
  3. Jangkauan Operasional: Diperkirakan memiliki daya jangkau hingga 5.500 kilometer, yang menempatkan sebagian besar daratan Eropa dalam radius serangnya.

Respons Internasional dan Pernyataan Belarus

Menanggapi laporan pengerahan ini, Menteri Pertahanan Belarus, Viktor Khrenin, menyatakan bahwa kehadiran sistem Oreshnik adalah murni langkah defensif. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons proporsional terhadap apa yang ia sebut sebagai tindakan agresif dari blok Barat di perbatasan mereka.

Hingga laporan ini dirilis, Kedutaan Besar Rusia di Washington belum memberikan tanggapan resmi. Namun, aktivitas pembangunan yang masif di Krichev mengonfirmasi bahwa Moskow sedang memperkuat kehadiran nuklir jangka panjang di wilayah pinggiran Eropa Timur.