China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) melalui Akademi ke-11 mengumumkan pencapaian penting dalam pengembangan teknologi pesawat nirawak (UAV) militer mereka. Drone berkecepatan tinggi dan berukuran besar dengan desain sayap terbang (flying wing), CH-7, telah berhasil menyelesaikan penerbangan perdananya di sebuah bandara di wilayah barat laut China pada Senin (15/12/2025). Keberhasilan uji terbang ini menandai kemajuan signifikan bagi platform siluman yang telah beberapa kali menarik perhatian publik di ajang Airshow China.
BACA JUGA : Gen Z Bulgaria Meruntuhkan Kekuasaan: Sebuah Alarm Global Bagi Elite Politik Basi
Tujuan dan Tantangan Penerbangan Perdana
Li Jianhua dari CASC menjelaskan bahwa penerbangan perdana merupakan tonggak yang sangat krusial dalam pengembangan pesawat baru. Tujuan utamanya adalah memverifikasi kelayakan rancangan desain serta kemajuan terobosan teknologi kunci yang diusung oleh CH-7.
Dibandingkan dengan drone konvensional, CH-7 menghadapi tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi karena mengadopsi konfigurasi aerodinamika sayap terbang tanpa ekor (tailless flying wing) dengan rasio aspek tinggi.
“Konfigurasi ini secara inheren juga menghadapi persoalan stabilitas arah. Faktor-faktor tersebut secara kolektif meningkatkan tingkat kesulitan dan risiko penerbangan perdananya,” ujar Li.
Meskipun demikian, hasil uji terbang pertama ini dinyatakan sangat sukses. CH-7 berhasil melewati pengujian performa dasar, yang meliputi lepas landas dan pendaratan secara otonom, pengendalian sikap terbang, serta pelacakan lintasan, semuanya sesuai dengan spesifikasi desain dan hasil simulasi yang telah ditetapkan. Tahap selanjutnya yang dijadwalkan adalah serangkaian pengujian lanjutan untuk memverifikasi performa terbang dan fungsi muatan misi.
Desain Siluman Optimal
CH-7 dirancang secara fundamental sebagai platform siluman (stealth). Desain sayap terbang berasio aspek tinggi dipilih karena memberikan efektivitas siluman optimal dari segala arah. Pengamatan di Airshow China 2024 menunjukkan beberapa fitur siluman canggih yang diterapkan pada drone ini:
- Penyerap Gelombang Radar: Penggunaan material penyerap gelombang radar pada area dengan reflektivitas tinggi, terutama di sepanjang leading edge (ujung sayap depan).
- Lapisan Siluman: Aplikasi lapisan siluman pada seluruh permukaan pesawat.
- Desain Ramping dan Tersembunyi: Saluran masuk udara (air intake) ditempatkan di bagian atas badan pesawat, sementara nosel pembuangan mesin menggunakan desain semi-tersembunyi (semi-recessed) untuk menekan jejak infra-merah dan radar.
- Perlakuan Khusus: Langkah siluman bahkan diterapkan pada detail kecil seperti panel akses, penutup ruang roda pendarat, ruang senjata, dan bahkan sekrup-sekrupnya, menunjukkan upaya komprehensif untuk menekan jejak radar.
Peran di Medan Tempur Modern
Dengan daya jelajah yang lama, ketinggian jelajah tinggi, kecepatan jelajah cepat, dan kemampuan muatan misi yang kuat, CH-7 diposisikan untuk memainkan peran penting dalam peperangan berbasis informasi di masa depan. Drone ini mampu membawa berbagai muatan misi berteknologi tinggi, seperti sensor cahaya tampak (visible light) dan inframerah (infrared).
Peran strategis CH-7 dalam medan tempur meliputi:
- Pengawasan dan Pengintaian Jangka Panjang: Mampu melakukan patroli jangka panjang di wilayah sasaran, terutama di lingkungan tempur yang diperebutkan.
- Penandaan Target (Target Designation): CH-7 dapat memberikan penandaan target bagi senjata serangan presisi jarak jauh.
- Dukungan Serangan Jarak Jauh: Saat mendeteksi target, drone ini mengirimkan data ke pusat komando melalui tautan data untuk memberikan panduan lintasan tengah (mid-course) atau bahkan panduan terminal bagi senjata serang jarak jauh.
- Pengawasan Maritim: Radar drone memungkinkannya melakukan pengawasan udara dan maritim jarak jauh, termasuk mendeteksi target kapal permukaan berukuran besar.
Meskipun memiliki desain canggih, para pakar China menilai bahwa CH-7 kemungkinan memiliki kecepatan terbang yang relatif lebih lambat dibandingkan jet tempur modern. Oleh karena itu, CH-7 kecil kemungkinan akan berperan sebagai wingman tradisional untuk dukungan tempur jarak dekat. Sebaliknya, dengan kemampuan siluman dan daya jelajahnya yang superior, drone ini diperkirakan akan dikerahkan lebih awal ke zona tempur untuk misi pengintaian, pencarian, dan pengawasan berkepanjangan tanpa terdeteksi oleh sistem pertahanan lawan, meningkatkan efektivitas tempur secara keseluruhan.



