Operasi Masif Kamboja: 200 Pusat Penipuan Online Ditutup dan 11.000 Pekerja Dideportasi
Internasional

Operasi Masif Kamboja: 200 Pusat Penipuan Online Ditutup dan 11.000 Pekerja Dideportasi

PHNOM PENH – Pemerintah Kamboja secara signifikan meningkatkan intensitas pemberantasan sindikat kriminal lintas negara dengan menutup hampir 200 pusat penipuan (scam centers) dalam operasi besar-besaran beberapa pekan terakhir. Langkah ini merupakan respons terhadap tekanan internasional yang semakin kuat guna membersihkan wilayah tersebut dari praktik penipuan digital canggih.

BACA JUGA : Mekanisme Amandemen ke-25: Opsi Pelengseran Presiden AS Tanpa Jalur Pemakzulan

Pembongkaran Operasi Kriminal Tingkat Tinggi

Ketua Komisi Pemberantasan Penipuan Online Kamboja, Chhay Sinarith, mengonfirmasi bahwa otoritas telah menyegel sedikitnya 190 lokasi yang diduga menjadi markas operasi penipuan. Dalam wawancara dengan Reuters pada Rabu (11/2/2026), Sinarith mengungkapkan bahwa pihaknya telah menahan 173 tokoh kriminal tingkat atas yang diduga menjadi otak di balik jaringan tersebut.

Selain penangkapan pimpinan sindikat, pemerintah Kamboja juga telah melakukan deportasi massal terhadap 11.000 pekerja yang terlibat dalam ekosistem penipuan online tersebut. Kampanye agresif ini mulai digencarkan menyusul tuntutan dari Amerika Serikat serta keberhasilan ekstradisi seorang gembong penipuan besar ke China akhir tahun lalu.

Krisis Kemanusiaan di Dalam Kompleks Penipuan

Investigasi ini juga mengungkap sisi gelap dari industri penipuan digital. Amnesty International menyebut situasi tersebut sebagai “krisis kemanusiaan,” di mana ribuan pekerja sebenarnya merupakan korban perdagangan manusia yang dijebak dan ditahan dalam kondisi brutal.

Banyak pekerja dilaporkan berupaya melarikan diri dari kompleks-kompleks tersebut karena tekanan fisik dan psikis yang luar biasa. Fenomena ini memicu gelombang warga negara asing yang mencoba kembali ke negara asal mereka secara mandiri setelah pengawasan internal organisasi melemah pasca-penggerebekan.

Temuan Teknologi dan Skema Penipuan Canggih

Otoritas Kamboja memberikan akses langka bagi media untuk meninjau fasilitas di Provinsi Kampot guna menunjukkan kompleksitas skema kriminal ini. Di lokasi tersebut, ditemukan:

  • Ruang Kerja Masif: Ratusan perangkat komputer dan dokumen strategis berisi metode penipuan spesifik untuk target di Thailand.
  • Bilik Studio Profesional: Fasilitas khusus untuk melakukan panggilan telepon manipulatif.
  • Kantor Polisi Palsu: Pengaturan set studio yang menyerupai kantor polisi India untuk meyakinkan korban melalui panggilan video (vishing).

Kendala Personel dalam Pengamanan Kompleks

Meskipun penggerebekan berhasil melumpuhkan operasional, otoritas mengakui adanya kendala dalam melakukan penahanan massal di lokasi tertentu. Di kompleks “My Casino” Provinsi Kampot, para pekerja dilaporkan melarikan diri secara massal setelah pimpinan mereka, seorang taipan bernama Ly Kuong, ditangkap.

Kepala Kepolisian Provinsi Kampot, Mao Chanmothurith, menjelaskan bahwa keterbatasan personel menjadi tantangan utama. Dengan jumlah sekitar 1.000 anggota polisi dan 300 personel militer di seluruh provinsi, mereka kesulitan membendung ribuan pekerja yang meninggalkan lokasi secara bersamaan saat operasi berlangsung.

Langkah Kamboja ini dinilai sebagai titik balik penting dalam upaya pembersihan kawasan Asia Tenggara dari sindikat kejahatan siber yang telah merugikan ribuan korban secara global dengan nilai kerugian mencapai miliaran dolar.