Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan langkah signifikan untuk melonggarkan pembatasan federal terhadap ganja. Rencana ini melibatkan reklasifikasi ganja ke dalam kategori zat yang dinilai kurang berbahaya. Keputusan ini, jika terealisasi, berpotensi merevolusi penelitian medis di AS, meskipun tidak serta-merta mengarah pada legalisasi penuh.
BACA JUGA : Terobosan Militer Ukraina: Kapal Selam Rusia Berhasil Dibombardir untuk Pertama Kalinya oleh Drone Laut
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada Senin (15/12/2025) waktu setempat, menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan dikeluarkannya perintah eksekutif terkait kebijakan ganja.
“Kami sedang mempertimbangkannya,” kata Trump.
Hambatan Riset di Bawah Status Schedule I
Trump menjelaskan bahwa dorongan untuk reklasifikasi datang dari kebutuhan untuk memfasilitasi riset. Di tingkat federal, ganja saat ini diklasifikasikan sebagai zat Schedule I—kategori narkotika yang sama dengan zat sangat berbahaya seperti heroin dan LSD. Menurut klasifikasi Schedule I, zat dinilai memiliki potensi penyalahgunaan yang tinggi dan tidak diakui memiliki kegunaan medis yang sah.
Trump mengakui bahwa status hukum yang ketat ini menjadi penghalang utama bagi komunitas ilmiah.
“Banyak orang ingin melihat itu, reklasifikasi, karena hal tersebut membuka peluang riset yang sangat besar yang tidak bisa dilakukan kecuali ganja direklasifikasi, jadi kami sedang meninjaunya dengan sangat serius,” ujarnya.
Penelitian klinis terhadap zat Schedule I saat ini memang memerlukan prosedur berlapis dan persetujuan yang rumit, menghambat eksplorasi potensi medis ganja.
Target Reklasifikasi ke Schedule III
Berdasarkan laporan The Washington Post, pemerintahan Trump menargetkan untuk mendorong reklasifikasi ganja ke Schedule III.
Zat yang masuk dalam kategori Schedule III dianggap memiliki nilai medis dan potensi penyalahgunaan yang lebih rendah dibandingkan Schedule I dan Schedule II. Contoh zat yang termasuk dalam kategori ini antara lain ketamin dan steroid anabolik.
Reklasifikasi ini, meskipun bukan legalisasi penuh atau dekriminalisasi, diperkirakan akan memiliki beberapa dampak penting:
- Riset Medis: Menurunkan hambatan birokrasi, memungkinkan lembaga dan peneliti untuk melakukan studi klinis yang lebih luas terhadap ganja.
- Perpajakan: Berpotensi berdampak signifikan pada perpajakan perusahaan yang beroperasi secara legal menanam dan menjual ganja di tingkat negara bagian.
Proses dan Preseden Kebijakan
Di AS, klasifikasi narkotika tidak dapat diubah secara sepihak oleh Presiden. The Washington Post melaporkan bahwa Trump diperkirakan akan menandatangani perintah eksekutif yang akan menginstruksikan lembaga-lembaga federal terkait untuk secara resmi memulai proses reklasifikasi tersebut.
Upaya serupa sebenarnya pernah dimulai oleh pemerintahan Presiden Joe Biden sebelumnya. Namun, proses tersebut terhenti dan tidak dapat diselesaikan sebelum masa jabatan Trump dimulai pada awal 2025. Jika berhasil, langkah ini akan menjadi perubahan signifikan dalam kebijakan narkotika federal AS, yang ironisnya terjadi di tengah situasi di mana puluhan negara bagian telah jauh lebih dulu melegalkan ganja untuk tujuan medis dan rekreasi.



