TEHERAN — Sebuah pangkalan udara bawah tanah paling rahasia milik Iran, yang dikenal dengan nama sandi “Eagle 44” (Oghab 44), dilaporkan telah dihantam serangan udara presisi pada akhir Maret 2026. Keberadaan serangan ini baru terdeteksi oleh publik melalui analisis citra satelit terbaru yang menunjukkan kerusakan signifikan pada infrastruktur vital fasilitas yang terletak jauh di dalam perut pegunungan tersebut.
Meskipun serangan tersebut terjadi di tengah berkecamuknya perang antara aliansi Amerika Serikat-Israel melawan Iran, hingga kini Washington maupun Tel Aviv memilih untuk tetap bungkam. Tidak adanya rekaman amatir dari warga sipil menunjukkan bahwa operasi militer ini dilakukan dengan tingkat kerahasiaan tinggi di wilayah terpencil yang terjaga ketat.
BACA JUGA : Eskalasi di Selat Hormuz: Trump Perintahkan Tindakan Tegas di Tengah Kegagalan Diplomasi
Analisis Kerusakan: Jebakan di Dalam Terowongan
Berdasarkan laporan investigasi The New York Times pada Minggu, 12 April 2026, citra satelit memperlihatkan detail kerusakan yang menunjukkan strategi pelumpuhan akses secara total:
- Kawah di Pintu Masuk: Sejumlah kawah akibat ledakan besar terlihat tepat di mulut terowongan utama. Kerusakan ini diyakini sengaja ditargetkan untuk menutup akses keluar-masuk bagi pesawat tempur Iran yang terparkir di dalam fasilitas bawah tanah.
- Lumpuhnya Jalur Taxiway: Jalur penghubung (taxiway) di ujung landasan pacu mengalami kerusakan parah, yang secara teknis memutus aliran operasional pesawat dari hanggar bawah tanah menuju landasan utama.
- Destruksi Bangunan Penunjang: Sebuah struktur bangunan yang diduga merupakan pusat kendali konstruksi atau logistik pangkalan dilaporkan hancur total akibat hantaman rudal.
Para pakar militer menilai bahwa strategi serangan ini bertujuan untuk “mengubur” aset udara Iran di dalam pangkalan mereka sendiri tanpa harus menghancurkan pesawatnya satu per satu, sehingga jet-jet tempur tersebut terjebak dan tidak dapat dikerahkan ke medan laga.
Simbol Kekuatan yang Kini Rentan
Pangkalan “Eagle 44” bukan sekadar fasilitas militer biasa. Terletak di Provinsi Hormozgan, hanya berjarak sekitar 100 mil dari Selat Hormuz, pangkalan ini merupakan jantung pertahanan Iran di jalur energi paling vital di dunia.
Beberapa fakta mengenai pangkalan ini meliputi:
- Pembangunan Jangka Panjang: Mulai dibangun sekitar tahun 2013, fasilitas ini dirancang untuk tahan terhadap bom penghancur bunker konvensional.
- Modernisasi Udara: Pada tahun 2023, Teheran sempat memamerkan video resmi yang memperlihatkan jet tempur F-4 Phantom dan drone jarak jauh beroperasi di dalam terowongan tersebut sebagai bagian dari unjuk kekuatan.
- Upaya Pertahanan Terakhir: Citra satelit terbaru juga menunjukkan adanya gundukan tanah buatan yang dipasang pasukan Iran di atas landasan pacu, sebuah taktik defensif untuk mencegah pesawat militer musuh melakukan pendaratan darurat atau infiltrasi udara di lokasi pangkalan.
Respons Sunyi dan Ketidakpastian Operasional
Hingga pertengahan April 2026, belum ada pernyataan resmi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengenai tingkat kerugian yang dialami. Sikap bungkam dari pihak Iran, Amerika Serikat, dan Israel menciptakan ruang spekulasi mengenai efektivitas jangka panjang dari pangkalan tersebut dalam konflik yang sedang berlangsung.
Serangan terhadap “Eagle 44” menjadi bukti nyata dalam sejarah peperangan modern bahwa doktrin pertahanan bawah tanah yang selama ini dianggap sebagai benteng yang tak tertembus kini tetap rentan terhadap teknologi intelijen satelit dan sistem rudal presisi tinggi. Kebuntuan operasional di pangkalan ini secara langsung mempengaruhi kemampuan Iran dalam memproyeksikan kekuatan udara mereka di wilayah Teluk.



